Seperti pada tulisan saya sebelumnya dimana sudah dibicarakan bahwa pekerjaan seorang broker bisa sangat menjanjikan dan menggiurkan bila dilihat dari apa yang dihasilkan. Tetapi tidak semudah itu kawan2, perlu kesabaran yang tinggi dan ketelitian yang matang.
Maka dari itu untuk broker pemula yang harus dimiliki dan dipersiapkan menurut saya ada beberapa hal, diantaranya :
1). Keberanian.
2). Selalu ingin tahu
3). Buku catatan
4). Hapal nama jalan, wilayah dan aksesnya
5). Posting
6). Siap melayani dgn baik calon buyer.
7). Bisa membuat calon buyer tertarik.
1. KEBERANIAN
Keberanian yang saya maksud disini adalah berani untuk mencari bahan listingan baru, Diantaranya berani memasuki hunian2 cluster yang sedang dibangun, temui dan tanyakan kepada orang yang bisa kita anggap dapat menjawab pertanyaan2 kita. Sekedar untuk memastikan apakah properti nya dijual atau di sewa dan bila benar dijual gali informasi detail spesifikasi propertinya itu. Disinilah tugas broker untuk meyakinkan pemilik properti agar bisa mempercayai kita bahwa kita mampu menjual properti yang dimilikinya. Kemampuan ini juga dibekali dari keberanian dan faktor lainnya yang sedang broker jalani.
Itu baru salah satu contoh mendapatkan bahan atau listingan baru.
Hal tersebut diatas bagi para pemula biasanya belum sepenuhnya bisa untuk melakukannya, karena keberanian yang dimilikinya belum begitu besar. Tapi apabila memang ingin lebih mudah, biasanya bisa dibantu oleh teman yang sudah lama bermain diproperti untuk membimbing dan mengajarkannya, dengan cara langsung praktek.
2. SELALU INGIN TAHU
Yang namanya pemula biasanya serba kurang pengetahuan dan pengalamannya. Maka dari itu sangat perlu dituntut untuk banyak bertanya dan selalu ingin tahu.
Biasanya dalam dunia properti masalah yang perlu diketahui dan ditanyakan adalah :
- Macam macam surat sertipikat. Ada SHM, ada SHGB, ada Girik, ada IMB, Dll.
- Spesifikasi bidang bangunan. Dari luas tanah, luas bangunan, kamar tidur, kamar mandi Dll.
- Spesifikasi bahan bangunan dan interiornya. Bata merah, hebel, batako, keramik, granit, closed, genteng, Dll.
- Akses jalannya. Aksesnya apakah bisa dilalui 2 mobil atau 1 mobil, atau hanya masuk motor saja.
- Lingkungannya. Apakah perkampungan, hunian cluster, komplek, Dll.
- Tempat terkenal yang orang jauh pun mengetahui tempat tersebut. Misal setu babakan, kebun binatang ragunan, Kampus ternama, Stasiun kereta, Terminal busway. Dll.
- Spesifikasi bidang bangunan. Dari luas tanah, luas bangunan, kamar tidur, kamar mandi Dll.
- Spesifikasi bahan bangunan dan interiornya. Bata merah, hebel, batako, keramik, granit, closed, genteng, Dll.
- Akses jalannya. Aksesnya apakah bisa dilalui 2 mobil atau 1 mobil, atau hanya masuk motor saja.
- Lingkungannya. Apakah perkampungan, hunian cluster, komplek, Dll.
- Tempat terkenal yang orang jauh pun mengetahui tempat tersebut. Misal setu babakan, kebun binatang ragunan, Kampus ternama, Stasiun kereta, Terminal busway. Dll.
Beberapa hal tersebut harus diketahui dan ditanyakan oleh para pemula sebagai bahan pengetahuannya. Dimana poin poin diatas bisa dijadikan bahan pembicaraan bagi para calon buyer supaya tertarik.
3. BUKU CATATAN
Buku catatan atau notes atau buku kecil sangat dibutuhkan buat pemula untuk mencatat beberapa listing dan spesifikasinya, agar tidak lupa.
Karena mungkin banyak listing yang berbeda beda harga dan spesifikasinya, sehingga bisa diklasifikasikan berdasarkan harga misalnya.
Karena mungkin banyak listing yang berbeda beda harga dan spesifikasinya, sehingga bisa diklasifikasikan berdasarkan harga misalnya.
Mungkin bagi yang sudah lama diproperti tidak terlalu sulit untuk menghapalnya. Tapi buku catatan bisa juga diperlukan sebagai bahan evaluasi.
4. HAPAL WILAYAH LISTINGNYA
Properti yang dipasarkan oleh broker itu harus tahu letak lokasinya di wilayah apa, Jalan apa, juga aksesnya. Karena hal ini yang sering sekali ditanyakan oleh calon buyer sebelum melihat properti yang dicarinya.
Bila sudah hapal wilayah2 properti yang dipasarkan, maka kita akan mudah untuk menjelaskan dan janjian ketemuan dimana dengan calon buyer nya.
Bila sudah hapal wilayah2 properti yang dipasarkan, maka kita akan mudah untuk menjelaskan dan janjian ketemuan dimana dengan calon buyer nya.
5. POSTING IKLAN
Setelah kita sudah cukup mendapatkan beberapa bahan listing properti yang sudah dicatatnya, maka saatnya menjaring calon peminat peminatnya melalui iklan. Iklan bisa melalui media cetak, surat kabar, majalah. Bisa juga dengan dunia internet. Dan kebanyakan para broker menggunakan dunia internet.
Banyak situs situs web yang menyediakan dan memfasilitasi penjualan properti seperti : olx, rumah.com, rumahdijual.com, rumah123.com, urbanindo.com Dll.
Banyak situs situs web yang menyediakan dan memfasilitasi penjualan properti seperti : olx, rumah.com, rumahdijual.com, rumah123.com, urbanindo.com Dll.
Disinilah perlu punya yang namanya handphone android untuk memasang iklan. Atau bila tidak memiliki paket data internetnya bisa datang ke warnet2 terdekat.
Maka pasanglah listing sebanyak banyaknya, agar calon peminatnya bisa terjaring oleh rayuan iklan kita.
6. SIAP MELAYANI CALON BUYER
Untuk poin ini, handphone sangat diperlukan dan harus selalu aktip. Karena nomer handphone kita sudah terpajang di iklan2 properti. Bila ada calon buyer yang tertarik dengan iklan kita, maka dia akan menghubungi nomor kita.
Terima dan jawablah dengan nada sopan. Buat kesan pertama yang baik, agar calon buyer bisa berlanjut sampai ketemuan.
7. BUAT CALON BUYER TERTARIK
Tahap ini adalah tahap tatap muka atau kunjungannya calon buyer untuk melihat properti yang kita pasarkan.
Bagi para pemula yang sudah mengumpulkan bahan listingan dan mengiklankan terus dapet calon buyer yang mau datang itu senangnya bukan main, karena dia berhasil menjaring dan akan menuai penghasilan. Eiit !! Jangan senang dulu, belum tentu calon buyer itu liat properti kita langsung suka dan mau beli.
Masih banyak prosesnya dan butuh waktu juga kesabaran.
Bagi para pemula yang sudah mengumpulkan bahan listingan dan mengiklankan terus dapet calon buyer yang mau datang itu senangnya bukan main, karena dia berhasil menjaring dan akan menuai penghasilan. Eiit !! Jangan senang dulu, belum tentu calon buyer itu liat properti kita langsung suka dan mau beli.
Masih banyak prosesnya dan butuh waktu juga kesabaran.
Maka dari itu, pertemuan broker dengan calon pembeli/buyer harus dipersiapkan sikap sikap yang membuat buyer merasa senang dan nyaman. Berikan obrolan obrolan seputar properti yang sedang disurvey nya dan berikan bumbu bumbu yang menarik agar calon buyer bisa langsung ambil keputusan. Disinilah keberhasilan seorang broker dengan keahlian dan kelincahan dalam menggiring calon buyer agar tertarik dengan properti yang dipasarkan.
Pegangan broker yang harus selalu di lakukan adalah layani calon buyer dengan profesional yaitu layani sesuai keahlian dan pengetahuan yang broker miliki tanpa memaksa. Nanti nya buyer akan menilai hasil pelayanan broker tehadap dirinya.
Nanti akan saya coba jelaskan di tulisan yang berikutnya mengenai tentang seluk beluk calon buyer sampai final membeli lunas properti kita.
Demikianlah tulisan ini, kiranya bisa dapat dijadikan pedoman awal bagi para pemula yang ingin terjun menjadi broker properti, walaupun tulisan saya ini masih banyak kekurangan disana sini. Terima kasih.
No comments:
Post a Comment